Mengurai Makna Kemiripan Narasi Al-Qur’an melalui Metode Tafsir Muqarin
(Telaah Kritis Surah Ghafir ayat 59 dan Surah Taha ayat 15)
DOI:
https://doi.org/10.36781/kaca.v10i1.3073Keywords:
tafsir muqarin, kemiripan redaksi, al-Qur’an, tafsirAbstract
Tulisan ini mengetengahkan salah satu metode dalam khazanah tafsir al-Qur’an, yakni metode muqarin atau perbandingan. Sebagai salah satu dari empat metode tafsir yang telah tumbuh dan berkembang di kalangan sarjana al-Qur’an, yakni ijmali, tahlili, mawd}u‘i, dan muqarin bisa dibilang sebagai metode yang cukup populer dan eksis hingga sekarang. Hal ini terbukti dengan banyaknya kajian dan tugas akhir mahasiswa prodi Tafsir di PTKI yang menggunakan metode tafsir muqarin. Kajian muqarin yang dilakukan oleh para mahasiswa biasanya membandingkan pendapat antar mufasir lintas keilmuan, kecenderungan maupun masa hidupnya. Bisa juga berupa perbandingan antara mufasir klasik dengan modern, sunni dengan syi’i, atau juga dengan mufasir sealiran atau ideologi. Tulisan ini mencoba memberikan sumbangsih kajian tafsir muqarin dengan tipe atau model membandingkan antar ayat dalam al-Qur’an yang memiliki kemiripan secara redaksional. Mengingat karya tulis tugas akhir belum banyak yang melakukan tipe muqarin jenis ini, diharapkan dengan tulisan ini menjadikan kajian tafsir muqarin model perbandingan antar ayat bisa lebih berkembang dalam diskursus kajian tafsir di zaman modern ini. Tulisan ini menemukan bahwa, kemiripan redaksi ayat dalam al-Qur’an memiliki makna tersendiri, dalam artian tidak hanya bermakna tunggal. Hal ini semakin menunjukkan atas eksistensi salah satu nilai kemu’jizatan al-Qur’an dalam aspek kebahasaan (al-‘ijaz al-lughawi).
Kata kunci :tafsir muqarin, kemiripan redaksi al-Qur’an.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






