Di Antara Wahyu dan Algoritma: Teologi Islam di Era Kecerdasan Buatan
DOI:
https://doi.org/10.36781/kaca.v16i2.1369Abstract
Perkembangan Artificial Intelligence telah menghadirkan transformasi besar dalam struktur pengetahuan, pola keberagamaan, dan orientasi peradaban manusia modern. Dominasi algoritma digital tidak hanya memengaruhi cara manusia mengakses informasi, melainkan juga membentuk kesadaran epistemologis, otoritas religius, serta relasi manusia dengan dimensi spiritualitas. Artikel ini bertujuan menganalisis relasi antara wahyu, akal, dan kecerdasan buatan dalam perspektif Islamic Theology dan Islamic Philosophy, sekaligus mengkaji tantangan teologi Islam di tengah masyarakat algoritmik kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis filosofis-kritis dan pendekatan hermeneutik konseptual. Data penelitian diperoleh dari literatur filsafat Islam klasik, teori AI kontemporer, kajian agama digital, serta jurnal internasional bereputasi yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan AI telah melahirkan pergeseran epistemologis dari otoritas pengetahuan berbasis refleksi menuju struktur algoritmik yang menekankan efisiensi, kalkulasi data, dan percepatan informasi. Situasi tersebut memunculkan problem serius bagi epistemologi Islam karena wahyu sebagai sumber pengetahuan transenden berhadapan dengan dominasi rasionalitas digital modern. Penelitian ini juga menemukan AI tidak dapat disamakan dengan kesadaran manusia karena mesin hanya bekerja melalui simulasi komputasional tanpa dimensi ruhani, moral, dan eksistensial sebagaimana manusia dalam perspektif filsafat Islam. Selain itu, media digital berbasis algoritma telah melahirkan transformasi otoritas keagamaan yang bersifat cair, terfragmentasi, dan rentan terhadap komodifikasi agama serta polarisasi pemahaman religius. Dalam konteks tersebut, rekonstruksi teologi Islam menjadi penting untuk membangun paradigma epistemologis yang mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan kajian teologi Islam kontemporer dengan menawarkan pembacaan filosofis mengenai relasi wahyu dan algoritma di era kecerdasan buatan. Kajian ini juga memperlihatkan relevansi epistemologi Islam sebagai kritik terhadap absolutisasi teknologi dan krisis spiritual dalam masyarakat digital modern.
Downloads
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Mustashfa min ‘ilm al-Ushul, Jilid 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1933).
_______. Ihya’ ‘Ulum al-Din, jilid 1 (Beirut: Dar al-Ma’rifah, t.t.).
Amien, Miska M. “Kerangka Epsitemologi Al-Ghazali, “Jurnal Filsafat, 1993, 13.
Anggi Afriansyah, “Konstruksi, Kontestasi, Fragmentasi, dan Pluralisasi Otoritas Keagamaan Indonesia Kontemporer.” Studia Islamika, Vol. 8 No. 1 (2021).
Apriantoro, Muhammad Subhi dan M. Muthoifin, “The Epistemology of Ushul Fiqh Al-Ghazali in His Book Al-Mustashfa,” Profetika: Jurnal Studi Islam, Vol. 22 No. 2 (2021).
Atabik, Ahmad. “Epistemology Ibn Rushd: Harmoni Akal dan Wahyu,” Jurnal Fikrah, Vol. 8 No. 1 (2020).
Bostrom, N. Superintelligence: Paths, dangers, strategies. Oxford: Oxford University Press, 2014
Bunt, G. R. Hashtag Islam: How cyber-Islamic environments are transforming religious authority. Chapel Hill: The University of North Carolina Press, 2018.
Campbell, H. A. Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds (2nd ed.). London: Routledge, 2021
Coeckelbergh, M. AI ethics. Massachusetts: MIT Press, 2020.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). California: Sage Publications, 2018.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). California: Sage Publications, 2018.
Fathurrahman, Oman. “Religious Authority and Digital Literacy in Contemporary Indonesian Islam,” Studi Islamika, Vol. 29 No. 2 (2022).
Floridi, L. The fourth revolution: How the infosphere is reshaping human reality. Oxford: Oxford University Press, 2014.
Gadamer, H-G. Kebenaran dan Metode (terj. Ahmad Sahidah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2020.
Geraci, R. M. Spiritual robots: Religion and our scientific view of the natural world. Oxford: Oxford University Press, 2021.
Hakim, Lukman dan Zainal Mukhlis, “Otoritas Agama di Ruang Siber: Fragmentasi dan Kontestasi.” Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 13 No. 2 (2023).
Hannan, Abd. dan Ach. Fatayillah Mursyidi, “Social Media and The Fragemntation of Religious Authority among Muslims in Contemporary Indonesia.” Digital Muslim Review, Vol. 1 No. 2 (2023).
Harari, Y. N. Homo Deus: Masa Depan Umat Manusia (terj. Yanto Musthofa). Jakarta: PT. Pustaka Alvabet, 2018.
Heidegger, M. The question concerning technology and other essays (W. Lovitt, Trans.). New York: Harper & Row, 1977.
Hidayatullah, Rahmat. “Otoritas Keagamaan Digital: Pembentukan Otoritas Islam Baru di Ruang Digital.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Vol. 10 No. 2 (2024).
Ibn Rushd, Abu al-Walid. Fasl al-Maqal wa Taqrir ma Bayna al-Shari’ah wa al Hikmah min al-Ittisal (Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah al-‘Arabiyyah, 1997).
Mercer, C., & Trothen, T. J. Religion and transhumanism: The unknown future of human enhancement. California: Praeger, 2021.
Nasr, S. H. The essential Seyyed Hossein Nasr. Bloomington: World Wisdom, 2018.
Nata, Abuddin. “Islam dan Krisis Peradaban Modern: Telaah Filosofis terhadap Perkembangan Teknologi.” Jurnal Ushuluddin, Vol. 31 No. 1 (2023).
Panigoro, Ahmad Nur Malik. “Islam Digital dan Negoisasi Otoritas Keagamaa.” Alhamra: Jurnal Studi Islam, Vol. 6 No. 1(2025)
Possati, L. M. Religious narratives in artificial intelligence: Human emotion in AI. London: Palgrave Macmillan, 2020.
Putri, Nadia dan Ahmad Muttaqin, “Tabayyun as Verifivation Ethics in Contemporary Muslim Society.” Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies, Vol. 60 No. 2 (2022).
Rahman, F. Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: The University of Chicago Press, 1982.
Russell, S., & Norvig, P. Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). London: Pearson, 2021.
Schwab, K. The fourth industrial revolution. Genewa: Crown Business, 2016.
Setiawan, Nur Kholis. “Artificial Intelligence, Ethics and Human Dignity in Islamic Perspective.” Ulul Albab, Vol. 24 No. 1 (2023).
Siregar, Kombang Tua dkk.. “Indonesian Muballigh and Religious Authority: From Sanad to Alghorithmic Transformation of Islamic Knowledge Transmission in the Digital Era.” Jurnal Indo-Islamika, Vol. 15 No. 2(2025).
Tegmark, M. Life 3.0: Being human in the age of artificial intelligence. New York: Alfred A. Knopf, 2017.
Turner, F. Machine politics and the challenge to democracy. Princeton: Princeton University Press, 2019.
Zainuddin, M. “Humanisasi dalam Perspektif Islam di Era Revolusi Industri 4.0.” Kalam, Vol. 16 No. 1 (2022).
Zuboff, S. The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. New York: PublicAffairs, 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irvan Tri Ardiyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






