Perbedaan Pendapat KH. Hasyim Asy’ari dan Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Tentang Sarekat Islam: Analisis Kitab Kafful Awwam dan Tanbihul Anam
DOI:
https://doi.org/10.36781/kaca.v13i2.465Abstract
Sarekat Islam (SI) merupakan gerakan politik dan sosial yang berdiri pada awal abad ke-20 dan berkembang sangat pesat. Namun dibalik kebesaran nama SI, terdapat pro-kontra yang ikut menyelimutinya. Di antaranya adalah silang pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi dalam memandang organisasi ini. Silang pendapat antara dua tokoh ini tentunya sangat penting dan wajib untuk diungkapkan. Hal ini bertujuan agar informasi yang sampai kepada masyarakat tidak terkesan sepihak dan hanya berisi menjelekkan atau sebaliknya. Juga untuk menunjukkan kepada khalayak akan besarnya peran para ulama dalam melayani umatnya dengan perbedaan pendapatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi mengenai SI serta faktor yang mempengaruhinya dengan melakukan analisis terhadap Kitab Kafful ‘Awam dan Tanbihul Anam. Studi ini berfokus pada metode analisis dua kitab penting, yaitu Kitab Kafful ‘Awam dan Tanbihul Anam, yang menjadi sumber pemikiran dan pandangan KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tentang SI. Melalui analisis tekstual, penelitian ini akan mengidentifikasi perbedaan pendapat yang ada antara keduanya dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan pemikiran mereka terkait SI. Faktor-faktor yang akan diteliti meliputi konteks historis dan sosial yang mempengaruhi pandangan KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tentang SI, serta faktor-faktor internal seperti pemahaman agama, pengalaman pribadi, dan latar belakang keilmuan yang dapat memengaruhi perbedaan pendapat mereka. Analisis faktor-faktor ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perbedaan pemikiran antara kedua tokoh. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan pendapat antara KH. Hasyim dan Syekh Khatib perihal Sarekat Islam berpusat dalam tiga hal utama. Pertama, silang pendapat perihal hukum Islam. Kedua, perbedaan persepsi perihal persatuan. Ketiga, perbedaan dalam menyikapi oknum. Dan perbedaan tersebut setidaknya disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, perbedaan interpretasi teks-teks keagamaan. Kedua, perbedaan prinsip serta pengalaman pribadi. Ketiga, perbedaan sumber informasi. Penelitian ini memiliki relevansi penting dalam studi sejarah, studi agama, dan pemikiran Islam di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hal-hal yang menjadi titik perbedaan pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi terkait SI serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
Downloads
References
Afif & Asyari. (2023). “Konsep Pengelolaan Harta Wakaf Dalam Perspektif Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi”. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam. Vol. 9. No.01. 169-177.
Ahmad, Zainal Abidin. (1981). Kebangkitan (Renaissance) Umat Islam Dalam Abad Ke 15 H. Jakarta: Yayasan Idayu.
Ahsin, Moh. (2020). “Studi Pemikiran Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Tentang Pembagian Harta Warisan Di Minangkabau”. Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
El-Bahr, Ashari. (2020). Kafful ‘Awam Pandangan KH.M. Hasyim Asyari tentang Sarekat Islam. Cianjur: CV. Makhraja.
Ilyas, Ahmad Fauzi. (2018). “Polemik Sayyid Usman Betawi dan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau tentang Salat Jumat”. Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies. Vol. 2 No. 2. 239-263.
Mudhafier, Fadhlan. (2013). Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy: Pemikiran dan Perjuangannya. Masa 1276-1334 Hijriah (1852-1915 Masehi). Jakarta: Penerbit Kemala Indonesia.
Rusli. (1988). Padang Riwayatmu Dulu. Jakarta: Yasaguna.
Wirman, Eka Putra. (2017). “Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkbawi; Icon Tholabul Ilmi Minangkabau Masa Lalu Untuk Refleksi Sumatera Barat Hari Ini dan Masa Depan”. Ulunnuha. Vol. 6. No. 2. 161-174.
Zulhimma. (2013). “Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi (Pengaruhnya terhadap Gerakan Dakwah Islam di Indonesia”. Hikmah. Vol. 7. No. 02. 76-85.
Zuhroh Lathifah, dkk. (2020). Gerakan-gerakan Islam Indonesia kontemporer. Yogyakarta: Adab Press.
Usman, Ismail. (2017) Sarekat Islam (SI) Gerakan Pembaruan Politik Islam. Jurnal Potret – Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam. Vol 21. No. 1. Manado: Institut Agama Islam Negeri Manado.
Safrizal Rambe. (2008). Sarekat Islam, Pelopor Nasionalisme Nasionalisme Indonesia 1905-1945, (Jakarta: Yayasan Kebangkitan Insan Cendikia, 2008).
Tim Museum Kebangkitan Nasional. (2015). HOS Tjokroaminoto: Penyemai Pergerakan Kebangsaan dan Kemerdekaan. Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional Dirjen Kebudayaan Kementerian P dan K.
Korver, Sarekat Islam.
Karel A. Steebrink, 1984. Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke 19. Jakarta: Bulan Bintang.
Akarhanaf. 2018. Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari Bapak Umat Islam Indonesia. Jombang: Pustaka Tebuireng.
Syihab, As’ad. 2017. Al-Allamah Hasyim Asy’ari Wadhi’u Labinati Istiqlali Indonesia fii At-Ta’liqot Al-Wadihat. Cairo: Dar As-Shalih.
Rifai, Muhammad. 2009. KH. Hasyim Asy’ari Biografi Singkat 1871-1947. (Jogja: Garasi.
Asyari, Hasyim. 2020. Kafful ‘Awam An al-Haud Fi Sarikat al-Islam Jombang: Majmaul Bukhus.
Khatib, Ahmad. tt. Tanbih al-Anam Fi ar-Radd ala Risalat Kaff al-Awam (Mesir: Dar al-Kutub al-Arabiyah al-Kubra.
Asfahani, Asfahani. "KH. Hasyim Asy'ari: Pengaruh Pemikiran Politik dan Perjuangan dalam Persatuan dan Kesatuan Bangsa."
Petty, Richard E., dan John T. Cacioppo. 1986. "The elaboration likelihood model of persuasion." Advances in Experimental Social Psychology 19.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Viki Junianto, Iqbal Nursyahbani, Falich Haidar Al-Habsy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






