Kaidah Wadih Al-Dilalah: Hierarki dan Urgensinya dalam Penafsiran Al-Qur’an

Authors

  • Hermansah Hermansah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya
  • Ahmad Faizal Basri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36781/kaca.v13i1.638

Abstract

Subjektifitas mufasir sangat berpengaruh terhadap hasil penafsiran. Subjektifitas ini bisa berasal dari horizon-horizon yang dimiliki oleh mufasir, baik latar belakang keilmuan, konteks sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Ironisnya, ada sebagian mufasir yang meligitimasi tindakannya dengan pemahamannya terhadap Al-Qur’an, seraya mengabaikan kaidah tafsir yang telah berlaku, serta mengabaikan aspek sosial-historis ayat-ayat al-Qur’an ketika diturunkan. Oleh karenanya, memahami kaidah Wadih al-Dilalah menjadi sangat urgen dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini berusaha menguraikan kaidah Wadih Al-Dilalah, sekaligus menjelaskan hierarki dan urgensinya dalam penafsiran. Penelitian ini menemukan bahwa hierarki Wadih Al-Dilalah teks al-Qur’an ada empat, yaitu: 1) al-Dilalah al-Dhahir, 2) al-Nash, 3) al-Mufassar, dan 4) al-Muhkam. Memberlakukan teks-teks al-Qur’an, sekalipun sudah jelas, tetapi belum sampai pada tingkatan mutlak atau final turth, maka harus terus dilakukan analisis dan mencari teks-teks yang berkaitan, sehingga mendapatkan pemahaman yan0g komprehensif. Begitu juga, apabila ada pertentangan antar al-Dilalah, tentu harus ditarjih dengan mendahulukan dan mengutamakan yang paling jelas di antara al-Dilalah yang ada.

Downloads

Download data is not yet available.

References

‘Aziz (al), ‘Abd bin Ahmad, Kashf al-Asrar Sharh Usul al-Bazdawi, Ttp: Dar al-Kitab al-Islami, tt., vol. II.

‘Ik (al), Khalid ‘Abd al-Rahman, Usul al-Tafsir wa Qawa’iduhu, Cet. II, Beirut: Dar al-Nafais, 1986 M.

Agustina, Vita, “Hegemoni Kiai Terhadap Praktek Poligami”, Musawa, Vol. 13, No. 2, Desember 2014 M.

Ashshiddiqi, T.M. Hasbi dkk, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Madinah: Mujma’ Al Malik Fahd Li Tiba’at Al Mushaf Al Sharif, 1418 H.

Fithrotin, Fithrotin. “Kaidah Fi Wadihi Dilalah Dalam Tafsir At Tabari”, Al Furqon: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Vol. V, No. 1 Juni 2022 M.

Daruqutni (al), ‘Ali bin ‘Umar, Sunan al-Daruqatni, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1966 M. vol. III.

Hardiman, F. Budi, Seni Memahami; Hermeneutik dari Schlemacher sampai Derrida, Yogyakarta: Kanisus, 2018 M.

Husayn, ‘Imad ‘Ali ‘Abd al-Sami’, al-Taysir fi Usul wa Ittijahat al-Tafsir Iskandariyyah: Dar al-Ayman, 2006 M.

Jassas (al), Abu Bakr Ahmad bin ‘Ali al-Razi, Ahkam al-Qur’an, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2007 M., vol. II.

Kaelan. Metode Penelitian Agama Kualititatif Interdisipliner, Yogyakarta: PARADIGMA, 2010

Malik bin Anas, al-Muwata’, cet. I, Ttp: Muassasah Zayd bin Sultan Ali Nahyan, 2004 M.

Malik bin Anas, al-Muwata’, cet. I, Ttp: Muassasah Zayd bin Sultan Ali Nahyan, 2004 M., vol. IV.

Muslim, Abu al-Hasan, Sahih Muslim, Beirut: Dar al-Jil Beirut & Dar al-Afaq al-Jadidah, tt. vol. VIII.

Muhammad, Jamal al-Din, Lisan al-‘Arab, cet. I, Beirut: Dar Sadar, 1300 H., vol. VII.

. , Lisan al-‘Arab, cet. I, Beirut: Dar Sadar, 1300 H., vol. IV.

. , Lisan al-‘Arab, cet. I, Beirut: Dar Sadar, 1300 H., vol. V.

. , Lisan al-‘Arab, cet. I, Beirut: Dar Sadar, 1300 H., vol. XII.

Ricoeur, Paul, Hermeneutics and The Human Sciences, diterjemahkan oleh Muhammad Syukri, dalam Hermeneutika Ilmu Sosial, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2008 M.

Sajastani (al), Abu Dawud Sulayman, Sunan Abi Dawud, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, tt., vol. I.

Siregar, Fatahuddin Aziz, “Formulasi Hukum Islam: Suatu Kajian Implikasi Lafaz Wadih dan Mubham”, El-Qanuny, Vol. 4, No. 2 Juli-Desember 2018 M.

Shawkani (al), Muhammad bin ‘Ali, Fath al-Qadir, cet, I, Beirut: Dar Ibn Katsir, 1414 H., vol. I.

. . Fath al-Qadir, cet, I, Beirut: Dar Ibn Katsir, 1414 H., vol. III.

. . Fath al-Qadir, cet, I, Beirut: Dar Ibn Katsir, 1414 H., vol. V.

Tabari (al), Muhammad bin Jarir, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, Ttp: Muassasah al-Risalah, 2000 M., vol. VII.

Tahawi (al), Abu Ja’far Ahmad, Sharh Ma’ani al-Atsar, Ttp: ‘Alim al-Kutub, 1994 M., vol. I.

Zuhayli (al), Wahbah bin Mustafa, al-Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Shari’ah wa al-Minhaj, cet. II, Damaskus, Dar al-Fikr al-Ma’asir, 1418 H. vol. IV.

Downloads

Published

2023-02-28

How to Cite

Hermansah, H., & Basri, A. F. (2023). Kaidah Wadih Al-Dilalah: Hierarki dan Urgensinya dalam Penafsiran Al-Qur’an. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 13(1), 135–153. https://doi.org/10.36781/kaca.v13i1.638

Issue

Section

Articles