Studi Tafsir Tentang Dimensi Epistemologi Tasawuf

Authors

  • Moh Bakir Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Al-Mujtama' Pamekasan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36781/kaca.v9i1.3011

Keywords:

tasawuf, eksoterik, esoterik, neo-esoterik

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui hakikat epistemologi tasawuf dan dimensi-dimensinya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Epistimologi tasawuf adalah studi kursus tentang keterkaitan antara syariah dan hakikat, pengalaman spiritual dengan wahyu. Sumber pengetahuan dan kemampuan potensi-potensi intelektual yang mempersepsikan objek pengetahuan. Epistemologi tasawuf mengakomodasikan pandangan empirisme terhadap realitas eksternal, mengingat status eksistensialnya sebagai data indrawi. Dalam hal ini adalah mengakui wahyu sebagai lingkup pengetahuan yang mencakup keduanya. Berkenaan dengan epistemologi tasawuf, paling tidak ada tiga dimensi, yaitu,dimensi esoterik, adalah dimensi batin manusia yang berada di hati (qalb),dimensi eksoterik,yaitu kepercayaan kepada huruf, teks, atau dogma yang bersifat formalistik, dan dimensi neo-esoterik,yaitu konsep bangunan keilmuan yang dituntut untuk lebih humanistik, empirik dan funsional (penghayatan terhadap ajaran Islam, bukan pada Tuhan).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2019-02-12

How to Cite

Bakir, M. (2019). Studi Tafsir Tentang Dimensi Epistemologi Tasawuf. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.36781/kaca.v9i1.3011

Issue

Section

Articles