Representasi Kearifan Lokal dalam Al-Qur’an: Dari Takdir Keberadaan Manusia Hingga Terbentuknya Relasi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.36781/kaca.v14i2.833Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tahapan genesis kearifan lokal dengan pendekatan interdidipliner untuk membangun relasi manusia dengan lingkungannya. Langkah yang dilakukan adalah dengan menelaah sinergitas antara eksistensial manusia dan nilai-nilai kearifan lokal dalam perspektif Al-Qur’an. Untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an terkait kearifan lokal, maka digunakan pendekatan filsafat eksistensialisme Heidegger dan pendekatan sosiologi Emile Durkheim. Ada lima tahapan dalam bingkai kearifan lokal yakni 1. Tahap kesadaran eksistensial manusia dijelaskan dalam Q.S. Fussilat [41]: 53, 2. Tahap keyakinan eksistensial manusia sebagai takdir dijelaskan dalam Q.S. Al-Hujurat [49]: 13, 3. Tahap bertahan dalam eksistensi melalui kasb (usaha manusia) dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 286, 4. Tahap kesadaran eksistensial manusia terikat nilai (qimah) dijelaskan dalam Q.S. Ali ‘Imran [3]: 104, 5. Tahap membangun sinergitas eksistensial manusia dan nilai kearifan lokal dalam ruang society 5.0 dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an. Meskipun manusia hidup dalam kebebasan untuk menyatu dengan dunia digital, namun tetap terikat dengan konsensus nilai yang disepakati komunitas sebagai warisan bersama yaitu nilai-nilai kearifan lokal. Di sinilah letak sinergitas antara eksistensial manusia dan kearifan lokal.
Downloads
References
Arif, Arifuddin M., “Perspektif Teori Sosial Emile Durkheim dalam Sosiologi Pendidikan,” Moderasi, Vol. 1 No. 2, 2020.
Aryati, Azizah. “Memahami Manusia Melalui Dimensi Filsafat (Upaya Memahami Eksistensi Manusia),” El-Afkar, Vol. 7 No. 2, 2018.
Basyari, Iin Wariin. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Wisdom) Tradisi Memitu Pada Masyarakat Cirebon (Studi Masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu),” Edunomic Vol. 2 No. 1., 2014.
Al-Baqi, Muhammad Fuad ‘Abd. Al-Mu’jam Al-Mufahras li Alfaz Al-Qur’an Al-Karim. Kairo: Dar Al-Hadith, 1981.
Biyanto. Filsafat Ilmu dan Ilmu Kesilaman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Damsar. Pengantar Sosilogi Pendidikan. Jakarta: PT Kencana Prenada Media, 2011.
Day, Nicholas JS, dkk. "Narcissistic personality disorder in the ICD‐11: Severity and trait profiles of grandiosity and vulnerability." Journal of Clinical Psychology, doi: 10.1002/jclp.23701, 2024.
Durkheim, Emile. The Rules of Sociological Method. New York: Free Press.
Durkheim, Emile. (1954). The Elementary Forms of the Religious Life. Joseph Ward Swain (trans). London: George Allen & Unwin Ltd, 1895.
George Ritzer dan Doglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2007.
Hamka. Tafsir Al-Azhar jilid 8. Jakarta: Pustaka Panjima, 1992.
Heidegger, Martin. Being and Time. Oxford: Blackwell Publishing, 2001.
Hutasoit, Desi Ritha, dkk. "The Influence Of Self-Esteem And Internet Addiction On Nomophobia In Students Of Sma Negeri 1 Kuala." Medalion Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation 5, no. 3: 236-246, 2024.
Ihsan, A Fuad. Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta, 2015.
Jones, W.T. The Twentieth Century to Wittgenstein and Sartre, A History of Western Philosophy. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich Publishers, 1975.
Al-Khuli, Muhammad ‘Ali. ‘Ilmu Al-Dalalah (Oman: Dar Al-Falah li Al-Nashr wa Al-Tawzi’, 2001.
Lemay, Eric dan Jennifer A. Pitts. Heidegger untuk Pemula, terj. P. Hardono Hadi. Yogyakarta: Kanisiu, 2001.
Mariane, Irene. Karifan Lokal Pengelolaan Hutan Adat. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Permatasari, Dyah, and Nanda Audia Vrisaba. "Psychological Dynamics of Individual with Acute and Transitional Psychotic Disorders." In International Conference on Psychology and Education (ICPE), vol. 3, no. 1, 2024.
Pratama, Kristia Agung, dkk. "Menindak Degradasi Bermedia Sosial Dalam Perspektif Jean Paul Sartre." WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2, no. 1, 203-220, 2024.
Rasmianto. “Mengurai Problem Dikotomik Eksistensial Manusia dalam perspektif Agama dan Teori Evolusi,” El-Harakah, Vol. 2 No. 4, 2014.
Ridho, Ali. “Tradisi Megengan dalam Menyambut Ramadhan; Living Qur’an sebagai Kearifan Lokal Menyemai Islam di Jawa,” Jurnal Literasiologi, Vol. 1 No. 2, 2018.
Romdhoni, Ali. “Islam Berbungkus Kearifan Lokal; Menemukan Ajaran Islam dalam Seni Ketoprak di Pati Jateng,” Dialog, Vol. 36 No. 1, 2013.
Sartre, Jean-Paul. L’Existentialisme est un humanisme. Paris: Gallimard, 1996.
Shihab, Quraish. Tafsir Al-Misbah, Volume 1. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. Tafsir Al-T{abari, diterjemahkan dari Jami’ Al-Bayan ‘an Ta’wil Ayyi Al-Qur’an, terj. Abdul Somad dan Abdurrahim Supandi. Jakarta: Pustaka Azzam, 2009.
Wahid, Lalu Abdurrahman. “Filsafat Eksistensialisme Martin Heidegger dan Pendidikan Perspektif Eksistensialisme,” Pandawa, Vol. 4 No. 1, 2022.
Wahyudi, Chafid. “Sufisme Ki Hajar Dewantara,” Maraji’, Vol. 2 No. 1, 2015.
Wibowo, Agus dan Gunawan. Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah (Konsep, Strategi, dan Implementasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Wildah Nurul Islami, Chafid Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






