Hadis-Hadis Tentang Kritik Terhadap Perilaku Lebai
DOI:
https://doi.org/10.36781/kaca.v14i2.933Abstract
Fenomena lebai atau perilaku berlebihan sering kali muncul dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik keagamaan. Dalam perspektif hadis, terdapat sejumlah petunjuk yang melarang segala bentuk tindakan berlebihan, baik dalam memuji orang lain maupun dalam menjalankan ajaran agama. Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam ibadah dan interaksi sosial, dapat mengarah pada penyimpangan dari jalan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan perspektif hadis mengenai larangan perilaku lebai, serta bagaimana ajaran Islam menekankan kesederhanaan dan keseimbangan dalam beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Hadis sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, buku dan jurnal, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan, termasuk dalam memberikan pujian, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Implementasi larangan lebai dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan sesuai dengan ajaran agama.
Downloads
References
Al-Jailani, Abd al-Qadir. Al-Ghunyah li al-Talib Tariq al-Haq fi al-Akhlaq wa al-Tasawwuf wa al-Adab al-Islamiyyah Vol. II. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.
Al-Maqsidi, Al-Imam Ibnu Qudamah. Mukht asar Minhaj al - Qashidin . Terj. Izzzudin Karimi, Meraih Kebahagiaan Hakiki Sesuai Tuntutan Ilahi , Cet. V; Jakarta: Darul Haq, 2018.
Amal Pendidikan, J., Amini, N., Melda Sari, Y., PGRI Metro Jl Ki Hajar Dewantara No, S., Rejo, B., & Lampung Timur, K. (2022). Penanaman Nilai Kesederhanaan Sejak Dini dalam Perspektif Hadits (Instilling the Value of Simplicity from an Early Agein Hadith Perspective). 3(2), 134–145. https://doi.org/10.36709/japend.v3i2.4
Danil, M., Nadhiran, H., & Islam Negeri Raden Fatah Palembang, U. (t.t.). Memaknai Hadis Larangan Makan dan Minum dengan Tangan Kiri di Era Modern (Studi Ma’anil Hadis) (Vol. 5, Nomor 1). http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/
Harahap, Galang Rivaldy, and Muhammad Alfikri. "Fenomena Bahasa Gaul Sebagai Komunikasi Generasi Z Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bandar Perdagangan." Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi 4.2 (2023): 600-606.Rahmadhani, P. R., & Syaputra, E. 2022. Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 89–92.
Irama, Y., & Channa, L. (2021). Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hadis. 5(01), 41–57. Http://Oxfordlearnersdictionaries.Com.
Ismail, M. (T.T.). Jurnal Ilmiah Islamic Resources Fai-Umi Makassar | 193 Hedonisme Dan Pola Hidup Islam.
Kajian Al-Qur, M., Dan Al, An, & Nurdin, F. (2021). Jurnal Ilmiah Al Mu’ashirah: Moderasi Beragama Menurut Al-Qur’an Dan Hadist. 18(1), 59–70. Https://Jurnal.Ar-Raniry.Ac.Id/Index.Php/Almuashirah/.
Kusuma, L. (2023). Larangan Perilaku Berlebih-Lebihan Pelajaran Dari Qs. Al-A'rof [7] Ayat 31. Jahe: Jurnal Ayat Dan Hadits Ekonomi, 1(4), 1-8.
Lutfi Maspupah, N. (T.T.). Etika Berkomunikasi Perspektif Hadis (Dalam Kutub At-Tis’ah).
Mila Amelia, Zaenal Abidin, & Muhammad Alif. (2024). Pola Hidup Sederhana Dalam Perspektif Hadis Di Era Konsumtif. Madinah: Jurnal Studi Islam, 11(1), 90–98. Https://Doi.Org/10.58518/Madinah.V11i1.2438.
Morissan. (2015). Teori Komunikasi Individu Hingga Masa. Prenada Media Group.
Mukhtar, M., Al-Hadis, S., & Al-Hadis, F. (T.T.). Syarh Al-Hadis Dan Fiqh Al-Hadis (Upaya Memahami Dan Mengamalkan Hadis Nabi).
Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf Dan Karakter Mulia. Depok: Raja Grafindo Persada, 2014.
Qamaruddin Saleh. (2002). Larangan Dan Perintah Dalam Al-Qur‟An. (Bandung, Ed.).
Qardhawi, Y. (2017). Islam Jalan Tengah: Menjauhi Sikap Berlebihan Dalam Beragama (PT Mizan Pustaka, Ed.).
Rahayu Mahasiswa Pasca Sarjana Uin Alauddin Makassar, M., & Ilmu Hadis, K. (2019). Pola Makan Menurut Hadis Nabi Saw (Suatu Kajian Tahlili). Dalam Jurnal Diskursus Islam (Vol. 7, Nomor 2).
Ri, Tim Penyusun Kementerian Agama. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama Ri, 2019.
Rosyidah, U. (2022a). Larangan Berlebih-Lebihan Dalam Al-Qur’an. Jadid: Journal Of Quranic Studies And Islamic Communication, 02, 1.
Supriadi, A., Hj Hamdanah, M., Ajahari, Ma. H., Editor, Ma., & Tarantang, J. (T.T.). Islam Jalan Tengah Membumikan Spirit Moderasi Beragama Di Bumi Tam Bun Bungai.
Taher, T. (2007). Berislam Secara Moderat (Grafindo Khazanah Ilmu, Ed.).
Ulin Nuha, N., Dwi Anggraeni, N., & Muhammadiyah Probolinggo, S. (T.T.). Implementasi Hadits Nabawi Terhadap Etika Makan Dan Minum (Kajian Living Hadis).
|19, M. G., Quraish, D. M., Mohamad, S., & Anwar, K. (T.T.). Khoiril Anwar (Vol. 3, Nomor 2). Https://Kbbi.Kemdikbud.Go.Id/Entri/Moderasi,.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Arvita Irvaning Puspita Sari, Muhammad Ghifari, Abil Ash

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






