Strategi Pendidikan Inklusif:
Konteks E-Learning pada Mahasiswa Difabel Tuna Rungu dan Tuna Netra
Keywords:
E-Learning, Difabel, AksesibiltasAbstract
Kondisi pandemi mengubah cara pembelajaran pada seluruh sistem pendidikan. Sehingga langkah yang digunakan yaitu menggunakan sistem E-learning. E-learning merupakan terobosan terbaru dalam dunia pendidikan dengan menggunakan teknologi sebagai peran utama dalam pembelajaran. Sehingga hal ini juga berimbas pada sistem pendidikan untuk mahasiswa difabel. Kendala dan hambatan yang dialami para mahasiswa difabel memang bermacam-macam. Hambatan yang dialami oleh mahasiswa difabel tersebut akan berdampak pada penurunan self efficacy.Sehingga dari sinilah muncul suat inovasi untuk membangun pendidikan yang inklusif, yang mengarah pada mahasiswa difabel (yaitu tuna netra dan tuna rungu). prinsip-prinsip aksesbilitas dan akomodasi bagi mahasiswa tuna netra dan tuna rungu sangatlah penting dengan cara menyediakan sumber-sumber literatur tanpa mahasiswa mencari yang bisa diberikan dalam bentuk hardfile, menyediakan relawan pendamping untuk membantu pada saat pembelajaran online dilakukan, serta memberikan rekaman video perkulihan yang dapat diakses mahasiswa disabilitas kapan saja. Ada juga pembelajaran yang tepat bagi tuna netra ada empat prinsip yaitu: duplikasi, Modifikasi, Substitusi, Omisi. Bagi mahasiswa disabilitas tersebut, terdapat dua landasan filosofis yang dapat digunakan, yaitu: Konsep Universal Design Learning (UDL) dan Differentiated Instructional Strategies (DIS). Konsep kurikulum tersebut mampu memberikan arahan pada pembelajarn e-learning. Terdapat faktor keberhasilan belajar pada difabel yaitu: pertama, diri difabel itu sendiri. Kedua, keluarga sebagai lingkungan terdekat. Ketiga, masyarakat sekitar. Keempat, faktor kebijakan. Empat keberhasilan para difabel belajar diatas, bisa menjadi tolok ukur keberhasilan pembelajaran saat pandemi yang memiliki banyak keterbatasan dalam akses mengikuti pembelajaran secara daring.




