Pendidikan dan Pembersihan Jiwa:
Teologi Pendidikan dalam Al-Quran
Keywords:
Pembersihan Jiwa, Teologi, Al-Qur'anAbstract
Artikel ini mengungkap secara konseptual bagaimana teologi pendidikan di dalam Al-Quran terkait proses strategis perolehan ilmu pengetahuan. Artikel ini juga bertujuan untuk menjawab problematika pendidikan yang selama ini lebih konsen dan fokus pada sisi proses stretegis pedagogik yaitu dengan “ta‘līm” yang material, dan mengabaikan sisi proses spiritual dalam sistem pendidikan, padahal sebenarnya ia sangat berperan fundamental bahkan dominan pengaruhnya dalam perolehan ilmu pengetahuan yaitu tazkiyah. Penelitian ini merupakan kajian tematik teologi pendidikan dalam Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir adabi ijtima’i pada narasi ayat-ayat Al-Qur’an yang secara redaksional ada mendahulukan kalta ta‘līm sebelum kata tazkiyah dan ada yang sebaliknya mendahulukan katab tazkiyah sebelum ta‘līm. Temuan penelitian ini adalah bahwa terdapat dua redaksi hierarki antara kata ta’lim dan tazkiyah. Pada surah Al-Baqarah ayat 129 disebutkan وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَیُزَكِّیهِمۡۖ, kata ta’lim didahulukan baru kemudian kata tazkiyah. Di sisi lain pada surah Ali Imran ayat 164 dan surah Al-Jumu’ah dinarasikan وَیُزَكِّیهِمۡ وَیُعَلِّمُهُمُ, kata tazkiyah diposisikan sebelum ta’lim. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada semacam mutualisme antara tazkiyah dan ta’lim sebagai suatu proses Pendidikan yang tidak hanya sebatas materi dan ilmu, akan tetapi ada nilai spiritual dan moral baik sebelum proses Pendidikan maupun sesudahnya.




