Menyandingkan Pendidikan Pembebasan Paulo Freire dengan Pendidikan Islam
Keywords:
pendidikan pembebasan, paulo freire, pendidikan IslamAbstract
Artikel ini mengeksplorasi konsep pendidikan pembebasan Paulo Freire dengan pendidikan Islam untuk menuju pendidikan yang “membebaskan”. Realitas pendidikan Islam di era disrupsi dan pandemi mensyaratkan pengembangan fiturnya melalui spirit pembebasan. Jika itu dapat dilakukan, bukan tidak mungkin akan terealisasi sebuah pendidikan Islam yang membebaskan, menyadarkan, memanusiakan manusia serta mengarah pada upaya transendensi (pendekatan diri kepada Allah SWT). Melalui penelitian kualitatif dan pendekatan studi pustaka, data dalam artikel ini digali dari sumber primer karya Paulo Freire, serta analisis data mengikuti pola rekomendasi Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulo Freire mengontraskan konsepsi pendidikannya yang membebaskan (liberatory conception of educcation) dengan ‘banking concept’ (konsep perbankan). Pendidikan perbankan bersifat monologis, pemecahan masalah dan didasari oleh pandangan guru tentang worldview. Sementara itu, pendidikan pembebasan (liberatory education) Paulo Freire berlangsung secara dialogis, mengajukan masalah (problem-posing) dan dikonstruksi oleh pandangan peserta didik tentang worldview. Jadi dalam pendidikan pembebasan, peserta didik memproduksi dan bertindak berdasarkan ide-ide mereka sendiri, tidak “memakan” ide orang lain. Spirit pendidikan pembebasan Paulo Freire senada dengan pesan universal Al-Quran bahwa manusia sebagai the best God’s masterpiece diperintahkan untuk melaksanakan ‘amr ma’ruf (humanisasi), nahi munkar (liberasi) dan beriman kepada Allah (transendensi).




