Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36781/khidmatuna.v2i1.441Keywords:
Sara, Konflik, Tolerasi, Literasi BudayaAbstract
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang betemakan literasi budaya ini telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2022 dengan judul Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia yang diadakan di SMAN 40 Jakarta. Metode pengambilan data kegiatan sosilaisasi dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan questionnaire dengan menggunakan pendekatan Skala Likert yang terdiri dari SS, S,KS, TS, dan STS pada saat Pre test maupun piost test yang teridiri 10 pertanyaan. Dari hasil data pre-test diatas dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 (72%), pertanyaan 2 (45%), pertanyaan 3 (54%), pertanyaan 4 (57%), pertanyaan 5 (48%), pertanyaan 6 (60%), pertanyaan 7 (54%), pertanyaan 8 (54%), pertanyaan 9 (60%), dan pertanyaan 10 (78%). Sedangkan dari data post test dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 (75%), pertanyaan 2 (45%), pertanyaan 3 (69%), pertanyaan 4 (51%), pertanyaan 5 (51%), pertanyaan 6 (57%), pertanyaan 7 (63%), pertanyaan 8 (63%), pertanyaan 9 (75%), dan pertanyaan 10 (72%). Dengan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait dengan literasi budaya ini hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa terkait dengan sikap untuk dapat saling menghormati, menghargai pluralism yang ada didalam masyarakat Indonesia yang sangat rentan dengan koflik sara.
References
Anggi Pratiwi, & Eflinnida Nurul Komaril Asyarotin. (2019). Implementasi Literasi Budaya dan Kewarganegaraan Sebagai Solusi Disinformasi Pada Generasi Millennial di Indonesia. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 7(1), 65–80.
Casram. (2016). Membangun Sikap Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 1(2), 187–198.
Idrus Ruslan. (2014). Membangun Nasionalisme Sebagai Solusi Untuk Mengatasi Konflik di Indonesia. JURNAL TAPIS, 10(1), 1–18.
M Hidayat. (2022, October 15). Toleransi Penting Untuk Komikasi Antar Budaya di Media Sosial.
Raina R, & Zameer A. (2016). Communication Competence of the Professional from India & Turkey. Indian Journal of Industrial Relations, 51(3), 460.
Ratna Nurlaila. (2019). Kompetensi Komunikasi Antar Budaya di Era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Arkeologi 2019, 257–266.
Retno Budi Lestari, & Rini Aprilia. (2013). Membangun Nation Branding Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Sektor Pariwisata Indonesia. Proceeding PESAT, 5.
Romi Indriadi Putra. (2020). Strategi Membangun Nation Branding Indonesia Dalam Asean Games Jakarta-Palembang 2018. SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 72.
Scholastica Gerintya. (2018, February 15). Benarkah Intoleransi Antar Umat Beragama Meningkat?
Tri Susanto. (n.d.). Kampanye Media Sosial dan Toleransi (Studi Kasus Kampanye Gerakan Sabang Merauke Dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama melalui Media Sosial. Mediamorfosa: Transformasi Media Komunikasi Di Indonesia, 369.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Vidya Kusumawardani, Dinar Ayu Chandra Agustin, Riong Seulina, Danang Trijayanto, Sugeng Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






