Counter Radikalisme Melalui Pendidikan Akademis-Kultural oleh Pemuda Bangkalan Madura
Keywords:
Pemuda, Fenomenologi, Bangkalan, radikalisme, counter radikalismeAbstract
Ada tiga persoalan yang akan dikaji oleh penulis dalam riset ini yaitu: (1) Bagaimana program gerakan pemuda dalam menyikapi paham radikalisme yang ada di Bangkalan? (2), Bagaimana teknik gerakan pemuda dalam menangkal paham radikalisme di Bangkalan? (3) Bagaimana implikasi gerakan pemuda terhadap paham radikalisme di Bangkalan? Dalam persoalan tersebut, dalam penelitian ini penulis meneliti tiga organisasi pemuda di Bangkalan yaitu PMII, HMI, dan GP Ansor dnegan menggunakan pendekatan fenemenologi, yang berguna untuk mengungkapkan fakta dan data, sedangkan jenis penelitiannya adalah kualitatif yang dimaksudkan untuk mendesripsikan dan menganalisis gerakan-gerakan pemuda Bangkalan dalam menangkal Paham Radikalisme. Sesuai jenis penelitian, maka tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini peneliti menemukan beberapa hal: pertama; pandangan pemuda Bangkalan dalam mencegah paham radikalisme, meliputi: radikalisme bukan ajaran islam dan pemuda Bangkalan tidak memberontak terhadap pemerintah daerah. Kedua; peran gerakan pemuda Bangkalan dalam mencegah paham radikalisme dengan melalui beberapa program yaitu optimalisasi istighosah dan shalawatan, optimalisasi proses kaderisasi, pelatihan keterampilan, program anti HOAX (Cyber Army), Membangun kerja sama dengan berbagai pihak, seminar anti radikalisme, yasinan, diskusi dan silaturahim, ziarah ke makam ulama dan pahlawan, gotong royong, dan yang terakhir program majelis ta’lim. Dan yang ketiga; kajian gerakan sosial dalam menangkal paham radikalisme di Bangkalan dalam hal ini khususnya mengenai tindakan Pemuda Bangkalan dalam menangkal paham radikalisme selain memuat dimensi pola perilaku yang kompleks juga memiliki landasan historis bibliografis yang cukup kuat dan beragam.
Downloads
References
A. S. Horby, Oxford Advenced, Dictionary of Current English, (UK: Oxford University Press, 2000).
Agussalim Sitompul, Historiografi HMI 1947-1993, (Jakarta: Penerbit Intermasa, 1995),
Akhyar Yusuf Lubis, Metodologi Posmoderni, ( Bogor: Akademia, 2004),
Ali Nashokha, Silat Radikalisme Dunia Maya, Idea, Edisi 40, Februari 2020,
Azrul Azwar, Metode Penelitian. Pendekatan Teori dan Praktik (Bandung: Armico, 1999),
Azyumardi Azra, Konflik Baru antar Peradaban Globalisasi, Radikalisme dan Pluralitas, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002),
Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Berger,Peter L dan Thomas Luckmann, The Social Construction of Sociology : A Treatise in The Sociology Knowledge, Doubleday Anchor Books, USA,1967.
Budhya Munawar-Rachman, Ensiklopedia Nurcholis Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, (Jakarta: Mizan, 2006), 1193-1195.
Choirul Anam, Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlotul Ulama (PN, Aula Surabaya, 1990),
Dadang Sunendar, 2020, KBBI V 0.1.5.apk, Badan Pengembangan dan Pembinaan
Djamhari Makruf, “Radikalisme Islam di Indonesia: Fenomena Sesaat” dalam Agama dan Radikalisme di Indonesia, ed. Bahtiar Effendy dan Soetrisno Hadi, (Jakarta: Nuqtah, 2007),
Dr. Heru Nugroho, Pendayagunaan Institusi-institusi Mediasi dalam Rangka Otonomi Pengelolalaan Sumber Daya Lokal dalam Kumpulan Tulisan Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Rakyat, BPFE, Yogyakarta, 1995.
George Ritzer dan Donglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern; diterjemahkan oleh Alimandan, (Jakarta: Prenada Media, 2005).
Ian Craib, Teori-teori Sosial. Modern (Jakarta: Raja Grafindo Persada),
Kasjim Salenda, Terorisme dan Jihad, (Yogyakarta: al-Zikra, 2011),
Khamami Zada, Islam Radikal: Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia, (Jakarta: Teraju, 2002)
Lexy Moleong, Metodologi penelitian kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009),
M Zaki Mubarak, Genealogi Islam Radikal di Indonesia: Gerakan, Pemikiran, dan Prospek Demokrasi, (Jakarta: Pustaka LP3SP, 2007),
Mancur Olson, The Logic of Collective Action : Publics Goods and The Theory of Action, Schken Books,USA,1969,
N Driyarkara, Percikan Filsafat, (Jakarta: PT. Pembangunan, 1962), . Lihat juga Imam Suprayogo, dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama.
Neven Bondokji, dkk, Understanding Radicalism: A Literature Review of Models and Drivers, (Jordan: Wana Institute, 2017), Pdf e-Book, 4.
Petrus. R. Golose, Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach dan Menyentuh Akar Rumput (Jakarta: YPKIK, 2010),
Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola, 1994),
Rizieq Syihab, Dialog FPI Amar Ma’ruf Nahi Munkar, (Jakarta: Pustaka Ibnu Sidah, 2004)
Sindung Haryanto, Spektrum Teori Sosial: dari Klasik Hingga Modern,(Yoyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012),
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000)
Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian (Jakarta: Rajawali,1987),
Suprihatiningsih, Mahasiswa dan Gerakan Perubaha (Studi Kasus Mengenai Motivasi Gerakan Islam Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang), Semarang, 2014.
Tom Campbel, Tujuh Teori Sosial, (Yogyakarta: Kanisius, 1994),
Zainuddin dkk, Radikalisme Keagamaan & Perubahan Sosial,(Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2002).
Zainuddin Fanani, Radikalisme Keagamaan & Perubahan Sosial, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2003,
Zuly Qodir, Radikalisme Agama di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014),
Kata sambutan Beddu Amang ketua harian presidium Majelis Nasional KAHMI dalam Agussalim Sitompul, HMI Mengayuh di Antara..., 688.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Hasil-Hasil Kongres XXVIII..., 79.
Bustanul Arifin, “Implikasi Prinsip Tasamuh,” (Toleransi) dalam Interaksi Antar Umat Beragama”, Jurnal Fikri 1 (2016): 395.
Abdul Munip, “Menangkal Radikalisme Agama di Sekolah,” Jurnal Pendidikan Islam 2 (2012), diakses 5 Februari 2020, doi: http://dx.doi.org/ 10.14421/jpi.2012.12.159-181.
Zainal Arifin, “Menangkal Radikalisme Agama di Sekolah” Jurnal al-Qadiri 12 (2017), diakses 10 Februari 202, doi: http://dx.doi.org/10.1442/al-Qadiri.2017.12.79-91.
Abu Rokhmad, “Radikalisme Islam dan Deradikalisasi Paham Radikal,” Jurnal Walisongo 20 (2012). Diakses, 5 Februari 2022, doi: http://dx.doi.org/10.21580/ws.2012.20.1.185.
Syamsul Ma’arif, “Ideologi Pesantren Salaf: Deradikalisasi Agama dan Budaya Damai,” Ibda’ Jurnal Kebudayaan Islam 12 (2014): 201, doi: http://dx.doi.org/10.24090/ibda.v12i2.2014.pp198-209
Idrus Ruslan, “Islam Dan Radikalisme: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya”, (Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Vol.9.No.2, Desember 2015), h.227-229. [Jurnal on-line]. Ejournal.radenintan.ac.id.
Hasani Ahmad Said dan Fathurrahman Rauf, “Radikalisme Agama Dalam Perspektif Hukum Islam”, (Jurnal AL-‗ADALAH. Vol. XII. No. 3, Juni 2015), h.596. [Jurnal on-line]. https://www.academia.edu.
SUMBER INTERNET
K.H. Hasani Zubair, Jumat 3 April 2015, di akses dari https://nasional.tempo.co/read/655092/ulama-bangkalan-temukan-benih-radikalisme-di-3-kecamatan pada tanggal 14 April 2020.
Ari Susanto, “Strategi Pemerintah Cegah Paham Radikal : Bangun Dialog di Kampus”, dalam https://www.rappler.com diakses pada tanggal 15 Maret 2022.
Dirjen Dimas Islam Kementrian Agama RI, Radikalisme Agama dan Tantangan Kebangsaan, (http: Dirjen Dimas Islam Kemenag RI, 2014), 3.
Himpunan Mahasiswa Islam; Sejarah Dan kedudukannya di Tengah Gerakan-Gerakan Muslim pembaharu di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1991),
Deliar Noer, “HMI Tidak Akan Lupa Panggilan Zaman Serta Kehendak Masa”, Disampaikan pada Plato Dies Natalis HMI Ke-7 Pada 5 Februari 1954, Dalam Hariqo Wibiwa Satria,’ Lafran Pane; Jejak Hayat dan Pemikirannya, (Jakarta: Penerbit Lingkar, 2011).
DAFTAR WAWANCARA
Wawancara dengan ketua bidang kaderisasi GP Ansor Kabupaten Bangkalan, tanggal 21 Maret 2022.
Wawancara dengan Pengurus GP Ansor Cabang Bangkalan, tanggal 25 Maret 2022.
Wawancara dengan salah satu aktivitis PMII, tanggal 22 Maret 2022.
Wawancara dengan salah satu aktivitis PMII, tanggal 23 Maret 2022.
Wawancara dengan salah satu aktivitis PMII, tanggal 29 Maret 2022.
Wawancara dengan kader PMII Cabang Bangkalan, tanggal 29 Maret 2022.
Wawancara dengan Ilham Caturahman, Panitia Majelis Taklim The Rabbaanians, Jakarta, Minggu, 12 Mei 2019.
Wawancara dengan Sobahussurur, Penyelenggara Majelis Taklim The Rabbaanians, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.
Wawancara dengan Badrus Sholeh, Penyelenggara Program Mingguan dan Tahunan di Majelis Ta’lim, Bangkalan, 26 Maret 2022.
Wawancara dengan salah satu anggota jamaah Majelis Ta’lim, tanggal 27 Maret 2022.
Wawancara dengan salah satu panitia kajian Majelis Ta’lim, tanggal 27 Maret 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Haeron Haeron

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




