This is an outdated version published on 11-07-2021. Read the most recent version.

Reorientasi, Peran dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Pandemi

Authors

  • Senata Adi Prasetia UIN Sunan Ampel Surabaya

Keywords:

Reorientasi, Peran, Tantangan, Pendidikan Islam, Pandemi Covid-19

Abstract

Tahun 2020 menjadi tahun kelabu bagi pendidikan Islam. Pandemi COVID-19 telah merombak tatanan pendidikan Islam yang berlangsung “nyaman” selama ini. Masa depan pendidikan Islam, madrasah dan pesantren yang tersebar se-antero Nusantara terancam mengalami lost education sehingga dikhawatirkan lost generation. Kebijakan Work From Home (WFH), social and physical distancing, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan sistem daring (online) turut meramaikan dinamika pendidikan Islam. Pembelajaran yang semula dilakukan secara luring beralih menjadi daring. Penerbitan SKB (surat keputusan bersama) empat menteri tentang penyelenggaran pembelajaran di awal tahun pelajaran 2020/2021, dan Surat Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2791 Tahun 2020 tentang panduan kurikulum darurat bagi madrasah untuk mendukung pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 menjadi bukti untuk itu. Keputusan kementerian di atas mengindikasikan bahwa sudah waktunya reorientasi dan peran pendidikan Islam mulai mengakselerasi format pembelajarannya. Pengadaptasian semacam ini merupakan sebuah keharusan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di tengah pandemi. Reorientasi dan revitalisasi peran, serta tantangan pendidikan Islam adalah keniscayaan dalam merespons suasana pandemi Covid-19 dan era disrupsi teknologi 4.0. Artikel ini hendak mengeksplorasi bagaimana reorientasi, peran dan tantangan pendidikan Islam di tengah pandemi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

11-07-2021

Versions

How to Cite

Prasetia, S. A. (2021). Reorientasi, Peran dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Pandemi . Jurnal TARBAWI, 9(1), 21–37. Retrieved from https://jurnal.alfithrah.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/139

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)